Selasa, 03 Mei 2016

PPK lanjut SEKDER

Sabtu, 23 April 2015
                Sabtu kali ini kegiatanku dimulai dengan Studium General PPK yang berkonsep ESQ (Emosional Spiritual Question). PPK sendiri adalah singkatan dari Program Pendampingan Kegamaan, yaitu mata kuliah wajib bagi mahasiswa mahasiswi semester I dan semester II Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Program ini terbilang program yang istimewa karena hanya baru berjalan dengan baik di Fakultas Saintek saja. Pada mata kuliah PPK ini mahasiswa dan mahasiswi saintek terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang biasa kita sebut dengan halaqah-halaqah yang terdiri dari mahasiswa mahasiswi dari berbagai program studi. Halaqoh-halaqoh ini dalam setiap pertemuannya diampu oleh para MP (Mahasiswa Pendamping) yang tidak hanya berasal dari Fakultas Saintek saja, namun juga mahasiswa mahasiswi fakultas lain yang memiliki kemampuan unggul dalam bidang keagamaan.
Pada setiap awal, akhir, dan pertengahan semester selalu diadakan stadium general PPK, seperti yang berjalan pada hari ini. Acara ini dipandu oleh MP sebagai pembawa acara dan materi inti disampaikan oleh Ustadz NIzam, yakni seorang da’i dan motivator Islam. Dalam kesempatan kali ini Ustadz Nizam banyak memotivasi para peserta PPK agar jangan ragu dalam bermimpi dan meraih mimpi tersebut. Banyak orang hanya memperhatikan keberhasilan seseorang tanpa tahu prosesnya, sehingga mereka mengira bahwa orang-orang hebat tersebut mendapat kesuksesan tanpa banyak pengorbanan, padahal dibalik itu semua ujian dan hambatan yang dilalui orang-orang hebat tersebuat sangatlah berat dan banyak. Beliau juga berpesan, kita sebagai ummat muslim setelah kita bermimpi dan berusaha untuk mencapainya maka kita harus bertawakkal kepada Allah, menyerahkan hasilnya kepada allah semata. Karena Allah pasti akan memudahkan urusan hamba-hamba-Nya yang selalu bertawakkal kepada-Nya.
Stadium general ini juga dimeriahkan oleh para peserta PPK yang membawakan berbagai macam hiburan, mulai dari geguritan jawa, musikalisasi puisi, tari saman, hadroh dan menyanyikan lagu-lagu modern. Acara ini berakhir pada saat dzuhur dan Alhamdulillah selama acara ini berlangsung tidak ada halangan dan rintangan yang berarti.

Kemudian setelah Dzuhur, kegiatanku berlanjut dengan Sekolah Kader (Sekder) IMM. Acara sekder ini merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pengurus Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa mahasiswi perwakilan dari setiap fakultas, dan aku merupakan salah satu delegasi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. Sebenarnya kegiatan ini sudah dimulai sejak pagi hari, namun karena agenda PPK tersebut maka kami-para delegasi dari Fakultas Saintek- datang terlambat. Namun itu bukanlah masalah besar karena kami masih tetap dapat mengikuti kegiatan tersebut hingga esok hari.
Kegiatan Sekolah Kader merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengusahakan terbentuknya kader IMM yang militant, royal, loyal dan pandai membaca situasi serta mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Sekolah kader kali ini mengusung tema “Mengusahakan terbentuknya kader yang berilmu amaliah beramal ilmiah untuk IMM yang berkemajuan.
Materi pertama yang disampaikan pada kami adalah mengenai ke-Muhammadiyah-an, yakni sejarah, ciri perjuangan, pola gerakan Muhammadiyah, dan peranan Muhammadiyah bagi agama, bangsa, dan Negara. Materi kedua adalah tentang ke-IMM-an yang bertema “Penguatan Ideology IMM sebagai Bentuk Perjuangan Muhammadiyah abad kedua. Materi yang ketiga adalah mengenai Jihad Konstitusi sebagai bentuk perjuangan Muhammadiyah abad kedua.  Jihad konstitusi atau judicial review merupakan usaha yang dilakukan Muhammadiyah untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan ummat Islam dan Indonesia melalui jalur konstitusi.
Setelah sholat maghrib berjamaah, kami mengaji bersama dengan metode saling menyimak dan mengartikan kemudian kami pelajari tafsir dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan ba’da isya kami menonton video tentang problematika pembangunan Yogyakarta secara bersama untuk selanjutkan kami analisa permasalahan yang ada dan kami diskusikan langkah penyelesaian yang dapat kami lakukan sebagai mahasiswa. Pada kali ini kami, sebagai mahasiswa dituntut untuk tidak hanya belajar dari buku-buku akademik saja, tapi juga peka dan kritis terhadap lingkungan sekitar dan membantu menyelesaikan problematika masyarakat yang ada semampu kami. Kegiatan pada malam itu kami tutup dengan presentasi hasil diskusi masing-masing kelompok.

Keesokan paginya, kegiatan kami lanjutkan kembali dengan olahraga dan outbond, dilanjutkan dengan sarasehan bersama para demisioner IMM. Kemudian materi yang terakhir adalah Problem Solving, kami dijarkan cara menganalisa masalah yang ada di PK kami masing-masing dan menentukan langkah-langkah penyelesaian yang efektif. Hingga saat hari mulai sore, acara kami tutup dengan penyampaian kesan dan pesan serta foto bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar