Sabtu, 23 April 2015
Sabtu
kali ini kegiatanku dimulai dengan Studium General PPK yang berkonsep ESQ
(Emosional Spiritual Question). PPK sendiri adalah singkatan dari Program
Pendampingan Kegamaan, yaitu mata kuliah wajib bagi mahasiswa mahasiswi
semester I dan semester II Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta. Program ini terbilang program yang istimewa karena hanya baru
berjalan dengan baik di Fakultas Saintek saja. Pada mata kuliah PPK ini
mahasiswa dan mahasiswi saintek terbagi dalam kelompok-kelompok kecil yang
biasa kita sebut dengan halaqah-halaqah yang terdiri dari mahasiswa mahasiswi
dari berbagai program studi. Halaqoh-halaqoh ini dalam setiap pertemuannya
diampu oleh para MP (Mahasiswa Pendamping) yang tidak hanya berasal dari
Fakultas Saintek saja, namun juga mahasiswa mahasiswi fakultas lain yang
memiliki kemampuan unggul dalam bidang keagamaan.
Pada setiap
awal, akhir, dan pertengahan semester selalu diadakan stadium general PPK,
seperti yang berjalan pada hari ini. Acara ini dipandu oleh MP sebagai pembawa
acara dan materi inti disampaikan oleh Ustadz NIzam, yakni seorang da’i dan
motivator Islam. Dalam kesempatan kali ini Ustadz Nizam banyak memotivasi para
peserta PPK agar jangan ragu dalam bermimpi dan meraih mimpi tersebut. Banyak
orang hanya memperhatikan keberhasilan seseorang tanpa tahu prosesnya, sehingga
mereka mengira bahwa orang-orang hebat tersebut mendapat kesuksesan tanpa
banyak pengorbanan, padahal dibalik itu semua ujian dan hambatan yang dilalui
orang-orang hebat tersebuat sangatlah berat dan banyak. Beliau juga berpesan,
kita sebagai ummat muslim setelah kita bermimpi dan berusaha untuk mencapainya
maka kita harus bertawakkal kepada Allah, menyerahkan hasilnya kepada allah
semata. Karena Allah pasti akan memudahkan urusan hamba-hamba-Nya yang selalu
bertawakkal kepada-Nya.
Stadium general
ini juga dimeriahkan oleh para peserta PPK yang membawakan berbagai macam
hiburan, mulai dari geguritan jawa, musikalisasi puisi, tari saman, hadroh dan menyanyikan
lagu-lagu modern. Acara ini berakhir pada saat dzuhur dan Alhamdulillah selama
acara ini berlangsung tidak ada halangan dan rintangan yang berarti.
Kemudian setelah
Dzuhur, kegiatanku berlanjut dengan Sekolah Kader (Sekder) IMM. Acara sekder
ini merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Pengurus Komisariat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa mahasiswi perwakilan dari setiap fakultas,
dan aku merupakan salah satu delegasi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Komisariat Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. Sebenarnya kegiatan
ini sudah dimulai sejak pagi hari, namun karena agenda PPK tersebut maka
kami-para delegasi dari Fakultas Saintek- datang terlambat. Namun itu bukanlah
masalah besar karena kami masih tetap dapat mengikuti kegiatan tersebut hingga
esok hari.
Kegiatan Sekolah
Kader merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengusahakan terbentuknya kader IMM
yang militant, royal, loyal dan pandai membaca situasi serta mampu
menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Sekolah kader kali ini mengusung tema
“Mengusahakan terbentuknya kader yang berilmu amaliah beramal ilmiah untuk IMM
yang berkemajuan.
Materi pertama
yang disampaikan pada kami adalah mengenai ke-Muhammadiyah-an, yakni sejarah,
ciri perjuangan, pola gerakan Muhammadiyah, dan peranan Muhammadiyah bagi
agama, bangsa, dan Negara. Materi kedua adalah tentang ke-IMM-an yang bertema
“Penguatan Ideology IMM sebagai Bentuk Perjuangan Muhammadiyah abad kedua.
Materi yang ketiga adalah mengenai Jihad Konstitusi sebagai bentuk perjuangan
Muhammadiyah abad kedua. Jihad
konstitusi atau judicial review merupakan usaha yang dilakukan
Muhammadiyah untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan ummat Islam dan
Indonesia melalui jalur konstitusi.
Setelah sholat
maghrib berjamaah, kami mengaji bersama dengan metode saling menyimak dan
mengartikan kemudian kami pelajari tafsir dan implikasinya dalam kehidupan
sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan ba’da isya kami
menonton video tentang problematika pembangunan Yogyakarta secara bersama untuk
selanjutkan kami analisa permasalahan yang ada dan kami diskusikan langkah
penyelesaian yang dapat kami lakukan sebagai mahasiswa. Pada kali ini kami,
sebagai mahasiswa dituntut untuk tidak hanya belajar dari buku-buku akademik
saja, tapi juga peka dan kritis terhadap lingkungan sekitar dan membantu
menyelesaikan problematika masyarakat yang ada semampu kami. Kegiatan pada
malam itu kami tutup dengan presentasi hasil diskusi masing-masing kelompok.
Keesokan
paginya, kegiatan kami lanjutkan kembali dengan olahraga dan outbond,
dilanjutkan dengan sarasehan bersama para demisioner IMM. Kemudian materi yang
terakhir adalah Problem Solving, kami dijarkan cara menganalisa masalah yang
ada di PK kami masing-masing dan menentukan langkah-langkah penyelesaian yang
efektif. Hingga saat hari mulai sore, acara kami tutup dengan penyampaian kesan
dan pesan serta foto bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar