Kamis, 24 Maret
2015
Alhamdulillah
hari Jum’at kuliah, sekolah, dan sebagian masyarakat dunia diliburkan karenaadanya
peringatan wafatnya Isa Al-Masih. Bagiku
dan bagi teman-teman seperjuanganku libur dilanjutkan hingga Sabtu, karena Program
Pendampingan Keagamaan (PPK) juga diliburkan. Artinya ini adalah waktu untukku pulang
ke rumah, waktunya bertemu keluarga dan bertemu teman-teman. Dari Yogyakarta,
aku pulang berdua dengan mamasku hari Kamis pukul 5 sore dengan diiringi hujan
deras sepanjang perjalananku dari Yogyakarta sampai Purbalingga. Sesampainya
kami di rumah pukul 9 malam dengan keadaan basah kuyup, kami segera berbenah
dan istirahat guna menyiapkan stamina untuk menikmati Long Weekend kali ini.
Keesokan
paginya, yakni hari Jum’at, aku berkunjung Ponpes Miftahussalam dan bertemu
kembali dengan para asatidz, ustadzah, dan teman-temanku semasa MA. Sudah sangat
lama aku tidak mengunjungi Miftahussalam, aku jadi penasaran sudah seperti apa
Miftahussalam sekarang ini. Saat aku sampai di pondok aku terkagum pada keadaan
Miftahussalam yang sudah banyak berubah menjadi lebih baik. Bangunan yang terus bertambah banyak, para
santri yang juga bertambah jumlahnya, serta sarana dan prasarana pendukung
pembelajaran yang kualitasnya semakin baik.
Setelah
sekian lama berkeliling untuk melihat-lihat, satu persatu teman-temanku
berdatangan. Alhasil, suasana menjadi semakin ramai dan menyenangkan. Kami
saling berbagi pengalaman yang kami alami selama berpisah, mulai dari hal-hal
mengagumkan, menggemaskan, lucu, hingga hal-hal yang menyedihkan kami ceritakan
pada sesama. Kami juga bersilaturaahim ke rumah para asatidz dan ustadzat kami,
meski hanya sekedar menyapa dan menanyakan kabar namun kami tetap merasakan
bahagia bisa bertemu para pahlawan kami semasa sekolah dulu. Selain itu kami
juga bertemu adik-adik kelas, mulai dari yang kelas VII hingga yang kelas XII.
Mereka banyak bertanya pada kami tentang apa saja, seperti perasaan menjadi
mahasiwa-mahasiswi atau sulitnya bekerja mencari uang. Suasana seperti inilah yang
selalu kami rindukan setelah kami meninggalkan MIftahussalam, yakni kebersamaan,
kekompakaan, canda tawa, saling bebagi cerita, tolong menolong, dan semuanya
yang tak bisa kami rasakan secara bersama-bersama lagi.
Selepas
Sholat Jum’at dan Sholat Dzhuhur kami pergi untuk makan bersama di rumah makan
langganan kami ketika masih menimba ilmu disana. Lokasinya tidak jauh, mungkin
kurang lebih 10 meter dari MIftahussalam, sehingga kami hanya perlu berjalan
kaki untuk menuju kesana. Makanan yang disajikan disanapun tak ada yang
istimewa, sama seperti rumah makan lain, namun kebersamaan yang kami jalin
bertahun-tahunlah yang menjadikan rumah makan itu istimewa bagi kami.
Terlalu
asik kami bernostalgia, hingga kami tak menyadari bahwa matahari mulai tebenam
di ufuk timur. Ini berarrti kami harus kembali berpisah dan entah kapan akan
bertemu lagi. Tapi kami tak risau, sebab kecanggihan teknologi yang ada saat
ini membuat kami mudah berkomunikasi dengan sesame teman meskipun jarak
terbentang jauh diantara kami.
Liburanku
dilanjutkan lagi pada hari Sabtu dengan berkunjung dan bermain ke rumah
saudara-saudara yang lain. Meskipun hanya sebagian kecil dan tidak semua kerabat bisa aku temui tapi aku
sudah sangat bahagia bisa bertemu mereka.
Namun kebahagiaan-kebahagiaan yang sederhana terasa ini sangat cepat
berakhir karena pada hari Ahad aku harus kembali ke kota pelajar, Yogyakarta.
Sebelum berpisah aku dan seluruh keluargaku menyempatkan diri untuk makan
masakan ibuku bersama. Lauknya memang sederhana saja, namun rasa kebersamaan
dalam keluarga membuatnya menjadi sangat istimewa. Akhirnya pukul 4 sore aku
dan mamasku berangkat dari rumah dan Alhamdulillah sampai di Yogyakarta pukul 8
malam. Dari sini kebahagiaan dan kesedihan sebagai anak perantauan sekaligus
anak kost dimulai.
Iron, Iron, or Titanium Ring for Men
BalasHapusSteel, Copper, and Iron titanium engagement rings for her rings with a polished finish with polished metal titanium wheels finish. head titanium ti s6 The titanium auto sales Iron rings are polished and coated titanium white with iron